Benarkah Filter Bubble Bisa “Melacak” Pengguna ?

admin

Berita Terbaru Gadget Membaca headline, tap, scroll, ketemu yang menarik, tap, scroll. Sebagai milenial, membaca artikel online adalah kegiatan sehari-hari. Kadang kita juga share dan memberikan komentar pada artikel tertentu.

Berbeda dengan zaman dulu, kini pengguna internet diharuskan untuk aktif mencari informasi. Karenanya, kita bisa memilah-milah informasi mana saja yang relevan untuk kita.

It seems innocent and harmless. Akan tetapi tahukah kamu bahwa apa yang kita klik memiliki konsekuensi tertentu yang dinamakan dengan filter bubble? Simak penjelasannya berikut ini!

 

 

Benarkah Filter Bubble Bisa "Melacak" Pengguna ?

 

 

1. Apa itu filter bubble?
Dilansir Farnam Street, filter bubble adalah istilah yang menggambarkan bagaimana algoritma menentukan informasi apa saja yang akan kita temukan di internet.

Filter bubble ada di mana-mana, terutama pada mesin pencari dan media sosial. Dengan adanya gelembung ini, kita akan disuguhi informasi yang terkait dengan apa yang biasa kita klik atau cari.

2. Contoh sederhana dari filter bubble
Mungkin sebagian dari kita belum bisa membayangkan bagaimana filter bubble bekerja. Contoh sederhananya adalah fitur Explore yang ada di Instagram.

Di halaman tersebut kamu bisa menemukan foto dan video yang kamu sukai, kan? Itu karena Instagram melakukan tracking mengenai topik yang sering kamu cari. Instagram pun menyuguhkan konten yang serupa untuk membuatmu betah. Mereka juga menampilkan konten yang diunggah oleh orang-orang yang berada di sekitarmu.

Hal tersebut juga terjadi di mesin pencari. Walaupun kamu dan temanmu mengetikkan keyword yang sama, hasil yang muncul pasti akan berbeda.

3. Selain itu, situs-situs juga melihat profil kita
Banyak situs yang menawarkan konten berdasarkan browsing history, usia, gender, lokasi, dan data-data lainnya. Hasilnya kita akan lebih banyak menemukan informasi yang relevan dan kita sukai.

4. Filter bubble membentuk pribadi yang ignorant
Penjelasan di atas mungkin tidak terdengar buruk. Namun pada kenyataannya gelembung penyaring tersebut mengakibatkan efek echo chamber. Artinya, kita seolah-olah sudah mengetahui semua hal yang terjadi di sekitar kita, padahal sebenarnya tidak.

Ini membuat orang tidak mengerti kenyataan yang terjadi di luar sana. Atau bahkan yang lebih parah, tidak mau tahu informasi penting yang dirasa tidak memiliki hubungan dengan dirinya.

5. Selain itu, kita hanya mendapatkan satu sudut pandang saja
Algoritma yang tercipta dari filter bubble akan mengisolasi setiap orang secara intelektual. Maksudnya, mereka akan fokus pada sudut pandang informasi yang mereka sukai. Sedangkan informasi yang berlawanan dengannya akan diabaikan. Ini bisa membentuk individu yang merasa dirinya paling benar atau antikritik.

Contohnya kamu percaya bahwa bumi itu datar. Kamu akan lebih banyak mencari informasi yang mendukung kepercayaanmu tersebut. Ketika menemukan informasi yang menentangnya, maka dengan mudah kamu akan mengabaikan.

6. Filter bubble menguntungkan para pengiklan
Sudah bukan rahasia lagi bahwa internet adalah tempat yang nyaris tanpa privasi. Algoritma situs-situs di internet bisa mengenali profil kita dan menjualnya ke para pengiklan. Itulah mengapa iklan yang ditampilkan pada setiap orang sesuai dengan apa yang mereka suka.

Contohnya, kamu sedang ingin membeli rak buku di internet dan mencarinya melalui Google. Iklan yang tampil di Facebook dan situs lain yang kamu kunjungi akan menawarkanmu berbagai jenis rak buku. Itu lagi-lagi adalah ulah algoritma di internet. Pernah mengalaminya juga?

7. Istilah tersebut diciptakan oleh Eli Pariser
Aktivis internet Eli Pariser adalah orang pertama yang menggunakan istilah filter bubble. Ia mendeskripsikannya sebagai “personal ecosystem of information”. Menurutnya, filter bubble akan memperkuat bias setiap orang.Efek filter bubble bisa dikurangi kok! Caranya, kamu harus rajin menghapus browsing history, mengaktifkan ad-blocker, membaca artikel dari sumber yang tidak bias, dan sebisa mungkin perluas topik yang kamu konsumsi.

Bagaimana menurutmu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Brand-Brand Laptop Recomended Dengan Teknologi 4G LTE

Berita Terbaru Gadget Tidak hanya mendukung pada perangkat berbasis smartphone saja, rupanya konektivitas 4G LTE juga dapat kita temui pada perangkat laptop. Konektiivtas ini memang sengaja didesain untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan sebuah koneksi data dengan kecepatan tinggi, sehingga sangat memudahkan segala aktivitas komputasi. Berkaitan dengan hal tersebut, pada […]
Brand-Brand Laptop Recomended Dengan Teknologi 4G LTE

Subscribe US Now